Investasi PHE ONJW meningkat sejak gunakan skema gross split
Merdeka.com - Penerapan bagi hasil produksi minyak dan bumi (migas) dengan sistem gross split membuat investasi pada kegiatan pencarian migas meningkat. Hal ini dialami PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, PHE ONWJ merupakan perusahaan pencari migas atau Kontraktor Kontra Kerjasama (KKKS) yang pertama menggunakan skema bagi hasil gross split.
"Dapat kami informasikan bahwa Pertamina Hulu Energi adalah KKKS pertama menerapkan skema gross split untuk lapangan ONWJ," kata Djoko, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Djoko mengungkapkan, ketika masih menggunakan skema cost recovery pada 2016, anggaran investasi melalui belanja modal (caputal expenditure/capex) dan belanja operasi (operational expenditure/opex) USD 322 juta. Setelah pemerintah mengubah skema bagi hasil migas menjadi gross split, investasi ONWJ mengalami peningkatan menjadi mencapai USD 347 juta pada 2017 dan 2018 direncanakan menjadi USD 513 juta.
"Setelah setahun berjalan, bila kita cermati angka capex dan opex dari lapangan ONWJ 2016 ketika masih menerapkan PSC cost recovery mengalami penurunan dibandingkan dengan 2017 dan rencana 2018 yang mengalami kenaikan," papar Djoko.
Menurut Djoko, penerapan skema bagi hasil migas gross split membawa dampak positif pada peningkatan investasi PHE ONWJ, ketimbang bagi hasil migas dengan skema cost recovery. "Hal ini memberikan gambaran skema gross split mendorong peningkatan investasi di lapangan ONWJ dibandingkan dengan skema cost recovery," ucapnya.
Direktur Pengembangan PHE, Afif Saifudin menyebutkan, setelah menerapkan skema bagi hasil migas gross split perusahaannya melakukan pengembangan lima sumur eksplorasi, workover lima sumur dan melakukan studi eksplorasi.
Sedangkan pada 2018, PHE ONWJ berencana melakukan pengembangan 8 sumur eksplorasi, studi seismik 2-Dimensi dan 3-Dimensi masing-masing 1 sumur, serta studi eksplorasi pada lima titik.
"kita sudah berkomitmen, kita kembangkan lapangan yang baru kita tangani. Kita untuk bisa mencapai rencana kerja jadi harus melakukan itu," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya