Investasi belum membaik, alasan Jokowi sambangi Uni Eropa
Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut terjadi penurunan investasi dari Uni Eropa. Itu memantik kunjungan Presiden Joko Widodo ke sejumlah negara di Benua Biru tersebut pada 18-22 April 2016.
"Secara keseluruhan realisasi investasi Uni Eropa belum terlalu membaik. Ini sebagai gambaran kenapa kehadiran presiden menjadi penting dalam kunjungan ke empat negara tersebut," kata Kepala BKPM Franky Sibarani di kantornya, Jakarta, Senin (25/4).
Jokowi menyambangi Jerman, Inggris, Belgia, dan Belanda. BKPM mencatat, realisasi investasi Belanda mencapai USD 300 juta pada triwulan I 2016. Naik 25,5 persen ketimbang tahun lalu.
Investasi Jerman juga mengalami peningkatan sebesar 166,1 persen menjadi USD 32,37 juta. Sementara Inggris mengalami penurunan 84,6 persen menjadi USD 54,7 juta, dan Belgia turun 53,71 persen menjadi USD 1,62 juta.
"Jadi kehadiran presiden ke empat negara dan ada komitmen di tiga negara memperbaiki kepercayaan bagi investor di empat negara ke Indonesia untuk meningkatkan investasi," katanya.
Franky berharap, investasi Uni Eropa menunjukkan perbaikan di triwulan mendatang. Diharapkan, target investasi sebesar Rp 595 triliun bisa tercapai tahun ini.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya