Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Investasi asuransi kurang diminati

Investasi asuransi kurang diminati Ilustrasi Asuransi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan asuransi, PT Axa Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memaparkan data yang menyebutkan bahwa sepanjang tahun lalu secara keseluruhan telah terjadi penurunan untuk investasi keuangan khususnya asuransi. Imbasnya, masyarakat melirik investasi lainnya. Salah satunya investasi properti.

Chief Marketing Officer, Emmanuel Wehry mengatakan, meski investasi asuransi mengalami penurunan, secara umum produk Unit Link mengalami peningkatan. Masyarakat masih percaya pada investasi asuransi yang aman didukung oleh beberapa kemudahan pencairan dana.

"Mereka (masyarakat) masih mempunyai persepsi bahwa asuransi memiliki risiko yang terkendali sehingga kemudahan pencairan dana (likuiditas) masih berjalan sesuai tahap normal," ujarnya saat acara 'Media Breafing AXA Mandiri' di AXA Tower, Jakarta, Kamis (10/4).

Dalam pandangannya, investasi di bidang asuransi masih dianggap mempunyai imbal hasil (return) yang menguntungkan. Bahkan melebihi bunga simpanan. "Ini tentunya juga harus didukung dengan agen terpercaya dan handal serta reputasi manajemen aset atau dana yang baik," jelas dia.

Perusahaan mengeluarkan pembiayaan (fund) teranyar yakni 'Asuransi Mandiri Sejahtera Mapan'. Dalam pembiayaan ini nasabah diberikan asuransi tambahan seperti perlindungan kecelakaan yang dapat dimanfaatkan 100 persen uang pertanggungan. Lalu, perlindungan pembayaran premi, perlindungan kesehatan, prima sejahteran dan perlindungan pembayaran premi bagi pemegang polis.

"Nantinya nasabah akan diberikan fasilitas cuti premi yang memungkinkan pemegang polis untuk membayar premi dalam jangka waktu tertentu dan proteksi yang dimiliki masih tetap berjalan sepanjang dana investasi mencukupi," jelas dia.

Dalam pembiayaan ini juga, nasabah mendapatkan jaminan 80 persen dari nilai aktiva bersih harian sejak pembiayaan ini diluncurkan. Sehingga memungkinkan nasabah dapat mengoptimalkan dari pertumbuhan pasar sekaligus membatasi risiko investasi.

"Selama ini investasi saham, emas dan forex dianggap sangat berisiko bagi orang awam," ungkapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP