Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Insentif bangun kilang diharapkan tekan harga BBM di Indonesia

Insentif bangun kilang diharapkan tekan harga BBM di Indonesia Kilang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan memimpin tiga rapat hari ini di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Jadi pada hari ini kita kan rapat paripurna, topiknya ada tiga. Pertama antisipasi terhadap MEA, kedua MDGs, ketiga antisipasi perkembangan ekonomi di tahun 2016," papar Pramono di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/12).

Melihat perkembangan kondisi perekonomian saat ini yang mulai on track, pemerintah juga sedang mengevaluasi perihal harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Nah tentunya pemerintah juga mempertimbangkan, melihat menghitung, beberapa hal yang berkaitan dengan BBM, yang jelas kemarin presiden telah menanda tangani Perpres mengenai kilang," imbuh Pramono.

Melalui Perpres tersebut, perusahaan swasta diperbolehkan membangun kilang dengan Pertamina sebagai offtaker hasil kilang tersebut.

"Maka terobosan ini diharapkan akan bisa juga menekan harga BBM. Apakah dalam rapat nanti persoalan BBM itu akan diputuskan? Yang jelas Menteri ESDM telah memberi sinyal akan menghitung, mengevaluasi. Kalau memang ada margin untuk diturunkan, (akan) diturunkan," jelas Pram.

Namun, keputusan mengenai evaluasi dan penyesuaian harga BBM akan dilakukan setelah rapat paripurna Kabinet Kerja dilaksanakan sore ini.

"Yang jelas pemerintah tentunya melihat, menimbang sekarang ini harga BBM kita juga mengalami penurunan dan ini sedang dihitung. Jangan salah kutip ya, bahwa ini sedang dihitung bukan berarti sudah pasti akan diturunkan. Tetapi kalau memang dalam hitungan nanti ada ruang untuk diturunkan karena kita sudah di pack pada harga pasar, maka itu akan kita lakukan," tutur Pram.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP