Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini upaya Kemenperin dorong Indonesia masuk 10 negara ekonomi tertinggi di 2030

Ini upaya Kemenperin dorong Indonesia masuk 10 negara ekonomi tertinggi di 2030 Menperin Airlangga Hartarto. ©2017 merdeka.com/wilfridus

Merdeka.com - Pemerintah menargetkan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia tahun 2030. Hal ini sesuai dengan salah satu aspirasi nasional yang terdapat pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Pada 4 April lalu, Bapak Presiden Joko Widodo telah meluncurkan roadmap tersebut. Ini sekaligus menjadi agenda nasional yang perlu dijalankan secara bersinergi," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (11/6).

Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta pelaku industri untuk melaksanakan bersama program strategis ini sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Adapun lima teknologi utama yang menopang implementasi industri 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing. "Penguasaan teknologi menjadi kunci penentu daya saing di revolusi industri ini," tegasnya.

Revolusi industri 4.0 akan merombak alur produksi industri yang selama ini masih konvensional agar menciptakan produktivitas dan kualitas secara efisien. "Dalam konsepsinya, kami akan merevitalisasi industri manufaktur nasional dan menjadi ekonomi berbasis manufaktur yang memberikan nilai tambah tinggi," katanya.

Oleh karena itu, Airlangga optimis implementasi industri 4.0 di Indonesia dapat membawa pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif yakni dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

"Di samping itu, sesuai aspirasi Making Indonesia 4.0, kita akan mengembalikan kontribusi nilai ekspor sebesar 10 persen dari PDB nasional. Selain itu, mewujudkan pembukaan lapangan kerja baru sebanyak 10 juta orang pada tahun 2030," jelasnya.

Guna mempercepat pemanfaatan teknologi tersebut, Kemenperin telah menetapkan lima sektor industri yang akan menjadi pionir implementasi industri 4.0 di Tanah Air. Lima sektor manufaktur tersebut antara lain industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronik.

"Selama ini, dari 5 sektor industri itu mampu memberikan kontribusi sebesar 60 persen untuk PDB, 65 persen terhadap total ekspor, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut," tandasnya.

Sumber : Liputan6

Reporter : Bawono Yadika

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP