Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini tanggapan Jonan terkait penggeledahan ruangan bos Pelindo II

Ini tanggapan Jonan terkait penggeledahan ruangan bos Pelindo II Jonan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Victor Edison Simanjuntak melakukan penggeledahan di Kantor Pusat Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/8). Penggeledahan terkait penyangkaan pencucian uang miliaran rupiah dengan predikat crime korupsi oleh pihak Pelindo II. Korupsi ini diduga terkait pengadaan 10 unit mobil crane.

Penggeledahan juga dilakukan di ruang Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino.

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan enggan bicara banyak menanggapi kasus ini. "Tidak kaget, biasa aja itu kan urusannya polisi," ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jumat (28/8).

Jonan mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai kasus yang menimpa perusahaan pelat merah ini. "Tidak tau saya," jelas Jonan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Penggerebekan dilakukan oleh petugas Bareskrim Mabes Polri sampai ke ruang kerja RJ. Lino, tepatnya berada di lantai tujuh gedung IPC di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Selain ruang Dirut Pelino II, petugas juga menggeledah sejumlah ruangan baik ruang penyimpanan dokumen atau pun komputer-komputer yang ada di beberapa ruangan.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Budi Waseso merampungkan penggeledahan di Kantor Pusat PT. Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Budi ikut melakukan inspeksi mendadak tersebut menyusul dugaan korupsi pengadaan mobil Crane di pelabuhan bongkar muat barang itu.

"Jadi tadi saya sudah meninjau. Tim saya sedang bekerja untuk menelusuri surat-surat yang ada di beberapa tempat di atas. Bukti yang dicari tersebut nantinya akan kita evaluasi," kata Budi di Kantor Pusat PT. Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/8).

Dalam penggeledahan yang bekerjasama dengan pihak Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Satgas pengamanan dwelling time ini, Budi mengatakan, sudah mengantongi izin melaksanakan kegiatan penggeledahan.

"Kita juga sudah ada izin pengadilan melaksanakan kegiatan kita, bahkan sudah beritahu yang bersangkutan tentang penggeledahan ini, walaupun dilakukan secara dadakan," katanya.

Untuk saat ini, Budi mengaku masih melihat dugaan korupsi pengadaan mobil Crame dengan masih mengumpulkan alat bukti. Menurut Budi, ada beberapa ruangan yang dilakukan penggeledahan, termasuk ruang arsip Dirut Pelindo II RJ Lino. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP