Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini syarat agar gerbang tol bisa bebas transaksi tunai versi BNI

Ini syarat agar gerbang tol bisa bebas transaksi tunai versi BNI E-Tollpass. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah menargetkan seluruh gerbang tol bisa menerapkan transaksi nontunai tahun ini. Namun, perbankan memiliki sejumlah catatan pada rencana tersebut.

Sekretaris Perusahaan Bank Negara Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto, mengungkapkan pemerintah perlu memastikan apakah masyarakat telah siap untuk menghilangkan 100 persen transaksi tunai di jalan tol.

"Itu harus dilakukan survei dulu untuk melihat animo masyarakat apakah siap untuk dilakukan tahun ini. Survei bisa dengan melihat di gerbang tol, antara pintu tunai dan nontunai, mana yang lebih ramai per harinya," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/3).

Masyarakat, lanjutnya, juga perlu sadar akan manfaat dari penggunaan layanan nontunai. Misal, perjalanan menjadi lebih efisien karena tidak harus mengantre panjang di gerbang tol.

Guna menumbuhkan kesadaran ini, juga diperlukan kerja sama dari pihak perbankan untuk membantu dalam mensosialisasikan manfaat layanan nontunai. "Untuk bisa (seluruh gerbang tol nontunai), juga diperlukan banknya lebih agresif berjualan di lapangan, bersosialisasi," tuturnya.

Dia menambahkan BNI, sebagai salah satu penyedia transaksi nontunai di tol, terus memberikan layanan yang memudahkan pengguna produk TapCash-nya. Seperti, bisa melakukan pengisian ulang di gerai ritel modern.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Desi Arryani mengatakan, pemerintah tengah berupaya mengubah seluruh transaksi pembayaran di gerbang tol menjadi transaksi elektronik. Seluruh gardu tol nantinya tidak lagi melayani pembayaran tunai.

"Aturan ini seharusnya lebih berdampak positif ke pengguna tol karena bisa mengurangi antrean," ujar Desi.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP