Ini strategi pemerintah Jokowi nombok defisit anggaran 2017
Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK menaikkan defisit anggaran sebesar Rp 36,1 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2017, yakni dari Rp 296,7 triliun pada APBN-P 2016 menjadi Rp 332,8 triliun atau sebesar 2,41 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan pembiayaan atau utang dalam jangka pendek, khususnya yang akan jatuh tempo. Hal ini tentunya untuk mengatasi tingginya defisit anggaran tersebut.
"Kita lihat berapa jumlah pembiayaan yang dibutuhkan dalam APBN. Misal kemudian jatuh tempo ada Rp 200 triliun sampai Rp 250 triliun, ya kita jumlahnya jumlah yang jatuh tempo sehingga penerbitan gross ditambahkan," kata Robert di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/8).
Meski begitu, dia belum memastikan berapa utang yang jatuh tempo pada tahun 2017. Dia hanya memastikan utang tersebut berasal dari utang dalam nilai Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (USD).
"Yang penting utang negara bertambah sebesar netto yang diperkenankan di UU. Jadi tidak usah khawatir, di ujung tahun kalau di situ ada pembiayaan utang nettonya Rp 300 triliun, misal tahun kemarin Rp 296 triliun, ya Rp 96 triliun lah yang ditambal," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya