Ini strategi Jokowi tingkatkan daya saing RI
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan masih rendahnya daya saing Indonesia. Dia mengakui, yang menjadi problem terbesar dalam rendahnya daya saing terkait perilaku korupsi, inefisiensi birokrasi dan belum maksimalnya pembangunan infrastruktur.
"Bagaimana meningkatkan daya saing, ini penting sekali dalam kemudahan berusaha. Loncatan dari tahun kemarin di tahun ini sudah bagus sekali dari 106 sekarang sudah 91," ujar Jokowi di JCC, Jakarta, Selasa (22/11).
Menurutnya, tiga fokus tersebut menjadi pokok permasalahan yang harus diselesaikan pemerintah. Hal itu juga akan sejalan dengan peningkatan produktifitas.
"Harus mengubah hal yang dulu konsumtif masuk hal yang produktif," jelas Jokowi.
Jokowi mencontohkan, soal pemotongan subsidi terhadap BBM, di mana pada 2014 lalu negara diuntungkan mencapai Rp 300 triliun. Sehingga, keuntungan tersebut dapat digunakan untuk membangun infrastruktur di dalam negeri.
"Itu angka besar sekali dan itu kita alihkan ke hal produktif, baik membangun irigasi, pendidikan, memperbaiki layanan kesehatan," ucapnya.
Dengan melakukan tiga langkah tersebut, maka Jokowi menyakini Indonesia dapat berkompetisi dan bersaing dengan negara lain. Sehingga berpengaruh terhadap menurunnya biaya transportasi sekaligus logistik dalam negeri.
"Membangun infrastruktur kita naik hampir 76 persen, dan itu kelihatan sekali di lapangan seperti jalan tol, pelabuhan besar, bandara, terminal, runway, jalur kereta. Ini semua kita kejar," ungkapnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya