Ini Sebab Sektor Migas Akan Terus Sumbang Defisit Transaksi Berjalan Versi SKK Migas
Merdeka.com - Sektor minyak dan gas bumi (migas) diyakini akan terus menyumbang defisit neraca berjalan Indonesia. Sebab, impor minyak akan terus meningkat mengikuti pertumbuhan konsumsi.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, mengatakan saat ini defisit neraca berjalan salah satunya dipicu oleh sektor migas. Kondisi tersebut akan terus terjadi, bahkan angkanya akan terus bertambah.
"Defisit nerca berjalan paling besar dari migas terjadi saat ini saya yakin bukan saat ini tahun depan-tahun depan lagi defisit bertambah terus," kata Amien, dalam seminar berburu lapangan migas baru di Indonesia, di Jakarta, Kamis (15/11).
Menurut Amien, sektor migas terus menjadi penyumbang defisit neraca berjalan karena produksi minyak dalam negeri terus menurun. Sedangkan, konsumsi BBM akan terus naik. Maka untuk memenuhi kebutuhan impor minyak terus dilakukan.
"Bisa tidak mengurangi konsumsi BBM? Tidak bisa, tahun depan akan naik, produksi turun," tuturnya.
Menurut Amien, saat ini kondisi produksi minyak tidak ada tanda-tanda kenaikan produksi, bahkan akan terus turun pada level 500.000 barel per hari. Selain itu, produksi gas dari dalam negeri juga bernasib serupa.
"Produksi menurun terus dan tidak ada tanda-tanda meningkat, ini prediksi saat ini. Jadi prediksi produksi minyak akan turun terus diperkirakan 500 ribu barel, gas akan turun terus pada 2038," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya