Ini Rencana Kerja Inalum Usai Resmi Kuasai Freeport Indonesia
Merdeka.com - PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) telah resmi memiliki 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Inalum saat ini tengah fokus mengimplementasikan rencana jangka panjang pengelolaan salah satu tambang terbesar di dunia tersebut yang telah disusun dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
"Pasca divestasi kita punya strategi, pertama menjalankan rencana jangka panjang," kata Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin, saat menghadiri rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/1).
Menurut Budi, rencana jangka panjang merupakan hal yang penting untuk mendukung kegiatan operasi pertambangan, sebab dana yang diperoleh akan digunakan untuk mencicil Global Bond yang digunakan untuk mengakuisisi saham Freeport Indonesia senilai USD 3,85 miliar. Sehingga kepemilikan saham Inalum pada perusahaan tambang Amerika Serikat tersebut menjadi 51,23 persen.
"Ini kritikal karena mempengaruhi pembayaran cicilan," tuturnya.
Program berikutnya adalah mengembangkan sumber daya manusia Indonesia, dengan melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mewujudkannya telah ditandatangani perjanjian kerjasama dengan Universitas Cendrawasih Papua.
"Tambang bawah tanah Freeport ini tidak hanya membawa dampak ekonomi tetapi juga pengembangan SDM. Kami sudah menandatangani kerjasama dengan Universitas Cendrawasih untuk membuka jurusan pertambangan dan menjadikan lokasi tambang sebagai laboratorium," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya