Ini rayuan pemerintah Jokowi agar masyarakat tak sengsara
Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-JK telah mengeluarkan berbagai kebijakan mengenai subsidi yang diberikan kepada masyarakat, seperti subsidi listrik dan subsidi BBM.
Baru-baru ini, kebijakan subsidi listrik tepat sasaran bagi golongan pelanggan rumah tangga daya 900 VA yang dimulai 1 Januari 2017 lalu telah menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebab, masih banyak pelanggan listrik 900 VA yang menganggap dirinya layak menerima subsidi.
Bahkan, media sosial saat ini tengah dihebohkan dengan isu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Disebutkan pemerintah menaikkan tarif secara diam-diam. Pihak Istana Kepresidenan menegaskan tak ada kenaikan seperti yang diributkan oleh netizen.
"Tidak benar ada kenaikan TDL. Banyak salah persepsi orang, ada kenaikan tarif listrik. Yang terjadi sebenarnya tidak naik," kata Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/6).
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir juga menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik sejak awal 2017 ini. Sofyan menegaskan bahwa pihaknya hanya menerapkan subsidi tepat sasaran dengan mencabut subsidi listrik 23 juta rumah tangga dengan daya daya 900 Volt Ampere (VA) mulai awal tahun ini.
Untuk tarif listrik sendiri, Sofyan memastikan malah turun. Harga listrik per Kwh saat ini jauh lebih murah dibanding 2014 lalu. Hal ini bisa dilakukan karena PLN terus melakukan efisiensi dan harga listrik bisa lebih murah.
"Kenaikan listrik tidak ada, faktanya tarif listrik turun. Coba bandingkan dengan 2014 lalu. Ini karena kami efisiensi cukup drastis di 2015. Kalau tidak percaya coba bandingkan kwitansi pembayaran listrik dua tahun lalu dengan sekarang," kata Sofyan di Jakarta, Kamis (15/6). (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya