Ini peta kekuatan kereta cepat buatan Jepang dan China
Merdeka.com - Proposal proyek kereta cepat High Speed Train (HST) baik dari Jepang maupun China masih dievaluasi tim penilai. Baik Jepang maupun China memiliki keunggulan masing-masing.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, Boston Consulting Group (BCG) memberikan empat indikator untuk menilai masih-masing kereta cepat tersebut. Dia memaparkan peta kekuatan dan keunggulan antara Jepang dan China.
Jepang lebih unggul dalam rekam jejak penggunaan teknologi. Sedangkan China memiliki keunggulan kecepatan. Kereta buatan China mampu melaju dengan kecepatan 300 Km per jam. Dari situ juga tergambar dampak sosial dan ekonomi.
"Kalau China itu lebih unggul pada socioeconomic impactnya. Kalau Jepang lebih unggul pada track record teknologinya," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Rabu (2/9).
Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menuturkan, BCG memberikan empat indikator untuk dievaluasi pemerintah. Mulai dari risiko, teknologi, dampak sosial dan ekonomi, dan perencanaan proyek.
"Nah tapi kemudian dari sana sebetulnya mereka menyampaikan rekomendasi mereka, yang dari rekomendasi itu kami kemudian berdiskusi dan merumuskan rekomendasi yang menurut tim penilai," terangnya.
Mengenai hasil rekomendasi untuk Presiden Joko Widodo, Darmin masih enggan memberikan detailnya. "Itu janganlah kalian tanya dulu ke situ. Saya cuma bisa mengatakan kami akan lapor besok ke Presiden. Rekomendasi sudah ada. Apakah presiden akan memutuskan saat itu juga atau menunggu satu dua hari, saya tidak tahu," tutupnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya