Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Penyebab Harga Kedelai Merangkak Naik dalam Sebulan Terakhir

Ini Penyebab Harga Kedelai Merangkak Naik dalam Sebulan Terakhir Pengrajin tempe di Sunter Jaya. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Para pengrajin tahu dan tempe di pulau jawa akan melakukan aksi mogok produksi dan jualan selama 3 hari. Aksi ini dilakukan karena dalam sebulan terakhir merangkak naik.

Di pulau jawa, harga kedelai naik hingga Rp 11.300 per kilogram. Angka ini jauh lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah tahun lalu, yakni maksimal Rp 9.000 per kilogram. Sedangkan harga kedelai di luar jawa bisa lebih tinggi. Seperti yang terjadi di Kota Medan mencapai Rp 12.500 per kilogram.

"Tahun lalu sudah ada ketetapan dari pemerintah harga kedelai dijual Rp 7.000 sampai Rp 9.000 per kilogram, tetapi pergerakan harga terakhir Rp 11.300," kata Ketua Pusat Kopti DKI Jakarta, Sytarto saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Minggu (20/2).

Sytarto menjelaskan kenaikan harga kedelai tersebut karena Indonesia masih ketergantungan impor kedelai dari Amerika Serikat. Berbagai isu yang terjadi di global saat ini pada akhirnya berdampak pada kenaikan harga kedelai.

"Apapun isu yang terjadi di luar negeri terlepas dari masa panen atau keterlambatan pengiriman, sampai ke Indonesia ini dampaknya jadi kenaikan harga," kata dia.

Apalagi, kedelai sudah menjadi barang komoditas yang diimpor oleh swasta. Mekanisme pasar bebas melekat pada perdagangan kedelai. Sementara kebutuhan dalam negeri terhadap penggunaan kedelai cukup tinggi.

"Sehingga perdagangannya bursa komoditas, jadi dengan enaknya saja importir swasta ini membaca kondisi, kalau ada sesuatu di sana, ini naik meskipun stok barangnya sudah ada di Indonesia," kata dia.

Dalam perdagangan pasar bebas ini memang tidak salah. Hanya saja kebebasan tersebut membuat para pengrajin tahu dan tempe tidak nyaman. Kenaikan harga yang terjadi setiap hari membuat pengrajin sulit menetapkan harga dan mengukur keuntungan yang didapat.

"Kalau diterapkan di Indonesia ini susah, enggak nyambung," kata dia.

Untuk itu dia meminta agar pemerintah bisa turun tangan untuk menstabilkan harga kedelai. Dia ingin pemerintah memberikan solusi dengan membuat skenario yang menjamin stabilitas harga kedelai.

"Kita tidak bisa mencegah pergerakan harga dunia dan yang menguasai stok ini swasta. Kalau dikuasai sama pemerintah bisa ada stabilitas. Makanya kita harapkan ini supaya diatur sebuah tata niaga. Kalau tidak ditata ini terjun payung terus (keuntungan untuk pengrajin)," kata dia mengakhiri.

(mdk/ags)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP