Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini masukan untuk Pansel pencari Dewan Komisioner OJK baru

Ini masukan untuk Pansel pencari Dewan Komisioner OJK baru Ilustrasi OJK. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Pansel DK OJK) telah mengantongi 107 nama calon DK OJK. Melalui berbagai tahapan seleksi, Pansel DK OJK bisa memilih tujuh sosok yang tepat untuk meneruskan program kerja yang sudah berhasil dijalankan DK OJK periode pertama.

OJK sebagai pengawal stabilitas ekonomi di sektor keuangan memiliki tugas berat untuk memastikan sistem keuangan nasional tahan dari ancaman krisis ekonomi. Apalagi di tengah risiko eksternal yang kian besar, Indonesia harus selalu siaga menjaga fundamental domestik agar terhindar dari ancaman krisis ekonomi yang bisa datang kapan saja.

Manager Advokasi dan Investigasi FITRA, Apung Widadi mengatakan, dalam kaitan peran strategis OJK tersebut, publik perlu mengawal proses seleksi tujuh anggota Dewan Komisioner OJK periode 2017-2022 yang kini tengah berlangsung.

"Dari hasil seleksi tahap pertama, telah tersaring 107 kandidat DK OJK dari beragam latar belakang Profesi. Pansel harus selektif memperhatikan latar belakang calon, jangan sampai para pencari kerja (fresh graduated atau pensiunan, misalnya mantan petinggi BI) justru terpilih " Kata Apung Widadi di Jakarta, Kamis (9/2).

Peneliti INDEF, Abra P.G. Talattov menambahkan, pansel harus memilih calon yang dapat menjawab tantangan OJK ke depan. Tantangan DK OJK ke depan tentunya akan semakin berat. Para anggota DK OJK yang baru nanti harus mampu menjawab beberapa tantangan.

"Di antaranya, pertama, menjaga stabilitas keuangan nasional dari risiko eksternal dan internal. kedua, mendorong inklusi keuangan demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas & dinikmati seluruh komponen masyarakat. ketiga, mewujudkan Good Corporate Governance pada seluruh stakeholders lembaga keuangan. keempat, memahami gejala (symptom) krisis & mampu menyiapkan protokol mitigasi krisis," jelas Abra Talattov.

Sejauh ini DK OJK periode pertama yang dipimpin Muliaman sudah cukup berhasil meletakkan pondasi bangunan otoritas sektor jasa keuangan dengan program-program dan kebijakan yang dikeluarkan selama lima tahun ini. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP