Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Keuntungan Perjanjian Bilateral RI-Uni Emirat Arab Bagi Indonesia

Ini Keuntungan Perjanjian Bilateral RI-Uni Emirat Arab Bagi Indonesia Muhammad Lutfi. ©Rumgapres/Abror Rizki

Merdeka.com - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memulai perundingan kerangka perjanjian kemitraan ekonomi secara komprehensif atau Indonesia-UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Hal tersebut untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, kerja sama itu adalah upaya penting yang dilakukan Indonesia dan UEA untuk meningkatkan perdagangan bilateral. Di mana diyakini dapat memberikan manfaat bagi perekonomian kedua negara dan kesejahteraan masyarakat.

"Kedua negara berkomitmen bahwa perjanjian ekonomi komprehensif itu akan selesai dalam waktu satu tahun sejak diluncurkan atau pada 2022," kata Mendag Lutfi dalam tayangan youtube Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (2/9).

IUAE-CEPA ditargetkan dapat rampung dalam waktu satu tahun karena pra-negosiasi telah dilakukan. Sementara itu, pihak UEA juga berkomitmen agar perjanjian kerja sama tersebut dapat segera ditandatangani.

"Kami lihat sekarang ini dengan UEA kelihatannya mereka ingin menyelesaikan dengan cepat," kata Menteri Lutfi.

Beberapa keuntungan nantinya bagi Indonesia adanya kesepakatan mengenai perdagangan barang, jasa dan kepastian bagi investasi. "Jadi, ada perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, itu merupakan hal-hal yang penting dibahas dalam negosiasi. Jadi, saya rasa ini bisa selesai dalam satu tahun atau bahkan lebih cepat," jelasnya.

Platform Ekonomi

Mendag Lutfi melanjutkan, CEPA harus menjadi platform ekonomi yang andal dan inklusif yang akan mengangkat berbagai sektor bisnis dari semua skala, dari perusahaan multinasional hingga usaha kecil dan menengah. Ada tiga hal utama yang menjadikan CEPA penting bagi Indonesia dan UEA.

Pertama, secara historis, CEPA adalah perundingan pertama Indonesia dengan negara di kawasan Teluk, begitu pula ini merupakan perundingan pertama bagi UEA dengan mitra dagang di Asia. Kedua, Indonesia dan UEA sebagai dua kekuatan ekonomi utama perlu mempererat kerja sama sehingga dapat saling melengkapi.

"Terutama, di masa pandemi yang penuh tantangan ini, dibutuhkan terobosan baru untuk saling mendorong ekonomi kedua negara," kata Mendag Lutfi.

Ketiga, CEPA diharapkan bukan sekadar kemitraan atau kerja sama pemerintah dengan pemerintah tetapi juga antar-pelaku usaha dan masyarakat kedua negara. CEPA akan membangun kepercayaan kedua negara untuk lebih meningkatkan perdagangan dan investasi, serta meningkatkan intensitas pertemuan untuk kerja sama yang berkelanjutan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP