Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini keuntungan jika pengelolaan Blok Rokan diberikan ke BUMN

Ini keuntungan jika pengelolaan Blok Rokan diberikan ke BUMN Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menerima proposal dari dua peminat Blok Rokan, setelah masa kontraknya habis pada 2021. Saat ini, sedang dilakukan evaluasi terhadap proposal, untuk menentukan pengelola Blok migas yang menjadi tulang punggung produksi minyak nasional tersebut.

Direktur Eksekutif IRESS, Marwan Batubara mengatakan, pengembalian pengelolaan Rokan untuk dikelola BUMN akan sangat positif dan besar manfaatnya.

"Hasil tentu lebih besar. Kemudian ada dividen bisa masuk ke APBN yang bisa menjadi pendapatan negara. Ini berbeda jika dikelola swasta apalagi asing, yang minimal kita tidak memperoleh dividen dan bahkan potensial mengalami penggelapan pajak," kata Marwan dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Selasa (30/7).

Tak kalah penting, dengan memberikan pengelolaan Blok Rokan kepada BUMN, maka akan meningkatkan kredibilitas Pertamina sebagai national oil company (NOC) di mata dunia dan menjadikan sebagai perusahaan yang bonafit. Dengan begitu, akan semakin meningkatkan kepercayaan pihak internasional kepada Pertamina, termasuk untuk mencari sumber-sumber minyak baru di luar negeri.

"Itu yang dilakukan Malaysia dengan Petronas-nya. Mereka sangat banyak dan mungkin sudah memiliki puluhan saham blok-blok migas di luar negeri," lanjutnya.

Hal itu tentu berbeda, jika BUMN tidak diberi kesempatan mengelola blok-blok besar di dalam negeri. Para mitra internasional akan mendeskreditkan Pertamina, karena di dalam negeri saja tidak diakui.

Di sisi lain, Marwan percaya bahwa BUMN akan mampu mengelola Blok Rokan. Keberhasilan Pertamina melakukan alih kelola, misal di ONWJ dan Blok Mahakam, menurut Marwan adalah contoh yang cukup nyata.

Di Blok Mahakam, misalnya, setelah tujuh bulan ternyata tidak masalah dan bahkan bisa meningkatkan produksi. Bahkan, Pertamina juga mampu membangun rigs (anjungan) dengan biaya yang lebih murah sekitar 20 persen dibandingkan sebelumnya yang dilakukan Total. Sedangkan ketika menangani ONWJ, memang sempat mengalami penurunan di awal alih kelola, namun setelah itu produksi bahkan terus meningkat.

"Itu membuktikan bahwa Pertamina mampu dan lebih murah, lebih efisien," jelasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP