Ini kendala investor China masuk Indonesia versi bos BKPM
Merdeka.com - Indonesia merupakan negara kedua tujuan investasi dari para investor China. Namun, cukup banyak kendala yang dihadapi para investor saat hendak menanamkan modalnya di Indonesia.
Hal ini diungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani di Kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Franky mengatakan, kendala-kendala investasi tersebut terungkap saat dia melakukan kunjungan ke negeri panda itu.
Bahasa, ungkap Franky, menjadi kendala pertama yang dihadapi para investor. "Pertama adalah kendala bahasa. Ini menjadi kendala karena tidak sedikit investor China yang langsung ke daerah," kata Franky, Senin (21/3).
Selain persoalan bahasa, Franky mengatakan, kendala lain adalah sulitnya mencari mitra investasi. Franky menjelaskan, bagi para investor China, ternyata mencari mitra investasi membutuhkan kriteria tertentu.
Umumnya, mereka mencari mitra yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Meski sudah mendapatkan garis kekerabatan, kendala lain bisa saja muncul, salah satunya adalah calon mitra tersebut tidak benar-benar memahami seluk beluk bisnis di Indonesia.
Meski demikian, para investor China mulai memanfaatkan jasa layanan BKPM dan Kedutaan Besar China di Indonesia, juga pelaku industri yang sudah berjalan, untuk mengatasi kendala tersebut.
"Yang kita beri arahan kepada investor adalah menggunakan jalur resmi dan formal kalau mau berinvestasi di Indonesia. Jalur formal itu bisa melalui BKPM dan Kedutaan Besar," tutur Franky.
Selain bahasa dan pencarian mitra bisnis, kendala lain adalah perizinan tenaga kerja asing. Menurut Franky, persoalan ini telah dibahas bersama Direktorat Jenderal Ketenagakerjaan, Kementerian Tanaga Kerja dan Transmigrasi serta Direktorat Jenderal Imigrasi.
"Beberapa di antaranya juga mengeluh sudah membeli tanah, sudah membayar, tapi ternyata tanahnya ada irigasi. Ada juga sudah membeli lahan, sudah membayar, tapi tidak di kawasan industri," jelas Franky.
Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, Franky mengaku sudah menyiapkan beberapa strategi, antara lain:
1. Pembentukan China Desk;
2. Kerja sama dengan Bank of China, ICBC, INACHAM, CCPIT (China Council for the Promotion of International Trade) sebagai tangan China untuk mendorong investasi ke luar;
3. Kerja sama dengan bank-bank besar China di Indonesia;
4. Menarik perusahaan besar China yang belum investasi di Indonesia;
5. Fasilitasi perusahaan yang sudah dapat Izin Prinsip (IP) terutama dari 2015 terutama yang sudah mendapatkan izin konsultasi 3 jam;
6. Kegiatan promosi luar negeri (bussiness forum, round table meeting, one on one meeting, factory visit dengan perusahaan besar seperti China);
7. Courtesy call dengan pemerintah daerah setempat;
8. Penerimaan misi dan memberikan pelayanan konsultasi penanaman modal;
9. Menyusun bahan presentasi dalam bahasa mandarin;
10. Kunjungi 10 provinsi pemasaran investasi China + 4 provinsi/kota tambahan.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya