Ini kata Mendag Enggar soal larangan CPO di Uni Eropa ditunda hingga 2030
Merdeka.com - Uni Eropa mengulur waktu larangan terhadap minyak sawit Indonesia hingga 2030. Sebelumnya larangan terhadap minyak sawit Indonesia direncakan diberlakukan pada 2021.
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia tetap saja mengharapkan Uni Eropa mencabut larangan terhadap minyak sawit Indonesia.
"Ya walaupun mereka undur dari 2021 ke 2030, tapi kita tetap persoalkan seyogyanya tidak dibatasi. Seandainya kita juga membatasi Airbus sampai 2030 kan juga tidak enak kan. Atau kita bilang wine Eropa sampai 2030 tidak baik," ungkapnya ketika ditemui di acara Halal Bil Halal di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (22/6).
Menurutnya, meski Uni Eropa mengundur rencana larangan hingga 2030, namun tetap saja rencana itu tetap saja memberikan sentimen negatif terhadap industri sawit juga terhadap situasi perdagangan dengan Indonesia.
"Memang bukan alasannya semata-mata mengenai petani, tapi kita minta UE untuk tidak diberikan seolah-olah sampai, karena pengertian sampai 2030, adalah impor biodiesel kita sampai 2030," katanya.
Pihaknya pun sudah menyiapkan ancang-ancang untuk menghadapi rencana larangan tersebut. Meskipun demikian rencana 'melawan' UE itu belum dibicarakan secara intens oleh Pemerintah.
"Kan tidak baik. Kami juga membuat ancang-ancang, untuk wine, untuk pesawat terbang, kita mau pesawat terbang yang gunakan biodiesel. Untuk pengganti avturnya murni. Barangkali kita sudah bicara dengan Boeing, kita pakai Boeing lah," katanya.
"Kalau mereka menerapkan begitu, ancang-ancang kita juga mungkin, pertimbangan, kita siapkan kalau alasan deforestasi, itu peternakan sapi itu menghabiskan hutan banyak sekali. Karena kita punya banyak Padang ilalang di Sumba, kita bisa bikin disana tanpa deforestasi. Kita bilang mohon maaf, kita nggak impor dulu, keju, karena nanti deforestasi juga," imbuhnya.
Karena itu, politisi Nasdem ini mengharapkan Uni Eropa seharusnya tidak saja mengundurkan waktu, melainkan mencabut larangan terhadap minyak sawit Indonesia.
"Jadi mari kita duduk dan jangan mulai trade war. Eropa tidak setuju dengan trade war, don't even start. Itu tidak baik. Jangan menuduh negara lain lakukan trade war, tapi secara tidak langsung itu juga bentuk trade war," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya