Ini kata Kadisnaker soal PHK karyawan tambang emas
Merdeka.com - Perundingan tripartit antara PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) dengan wakil tiga Serikat Pekerja serta dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Utara berakhir positif.
Kadisnaker Kabupaten Halamhera Utara, Jeffry Hoata mengatakan, PT NHM (Nusa Halmahera Minerals) telah memberikan opsi baik untuk 21 karyawan yang akan di pensiun dini. Menurutnya jumlah yang ditawarkan perusahaan tambang emas tersebut sebesar empat kali ketentuan perundangan.
"Hasil Tripartit 3 sudah selesai, dan ditawarkan pensiun dini. Tawarannya cukup menarik 4 kali dari peraturan perundangan yang berlaku atau dua kali lipat dari Perjanjian Kerja Bersama," ucap Jeffry.
Jeffry menegaskan, proses PHK tersebut merupakan pilihan yang tidak bisa lagi dielakkan. Sebelum melakukan diskusi tripartit, sudah ada pemaparan dari perusahaan mengenai kondisi mereka. Bahkan menurutnya opsi untuk memindahkan karyawan ke departemen terkait pun juga sudah diupayakan.
"Mereka mau efisiensi karena jumlah karyawan non-operasional proporsinya terlalu besar. kondisi tersebut seiring dengan deposit tambang yang sudah menurun, sehingga mau tak mau efisiensi harus dilakukan," imbuhnya.
Menurut Jeffry, sebelumnya sudah ada pengurangan tenaga kerja dari staff operasional. Berbeda dengan proses efisiensi 21 karyawan saat ini, proses sebelumnya berlangsung lancar.
"Sudah ada karyawan yang terkena pengurangan sebelumnya, jumlah persisnya saya tidak tahu. Tetapi dari informasi yang saya terima ada karyawan non-lokal dan juga operator,” jelas Jeffry"
Proses pengurangan karyawan menurut Jeffry merupakan proses lebih dari sebulan. Sampai proses tripartit pada hari jumat lalu merupakan tripartit ketiga. Dan sebelumnya sudah diikuti dengan proses bipartit.
"Tidak ada PHK mendadak, sudah ada proses tripartit hingga tiga kali, sebelumnya juga sudah ada diskusi bipartit," tegasnya.
Sebelumnya, PT NHM menyebutkan, dalam pertemuan tersebut, perusahaan memberi penawaran paket yang lebih baik dibanding dengan yang sebelumnya. Situasi di tambang emas Gosowong juga tetap kondusif, kegiatan berjalan dengan normal.
Seperti dikutip dari Antara, PT NHM terus berupaya untuk mempertahankan operasi tambang Gosowong. Kejadian geoteknis di lokasi penambangan Kencana pada 2016 menyebabkan penangguhan sementara kegiatan pertambangan bawah-tanah Kencana dan Toguraci pada waktu itu. Seiring dengan matangnya usia tambang, PT NHM juga menghadapi menurunnya kadar dan sisa umur ekonomis tambang.
Kondisi tersebut mengharuskan PT NHM mengkaji secara menyeluruh kegiatan bisnisnya dan mencari upaya-upaya alternatif. Yang dilakukan pertama adalah menggiatkan upaya eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Langkah selanjutnya adalah melaksanakan efisiensi di perusahaan, termasuk perampingan jumlah tenaga kerja baik nasional maupun lokal.
Untuk kekaryawanan, PT NHM memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk sebisa mungkin dipertahankan. Jumlah tenaga kerja asing dikurangi dalam jumlah yang signifikan. Pada awal 2017 sebanyak 70 karyawan nasional juga dikurangi melalui program pengakhiran hubungan kerja.
Semula direncanakan pula pengakhiran hubungan kerja kepada 39 karyawan. Dari rencana tersebut, sebagian bisa dipindah ke beberapa departemen. Namun setelah berupaya semaksimal mungkin, masih terdapat 21 karyawan yang tidak bisa diakomodir.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya