Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini hambatan dan solusi BI kembangkan sektor UMKM

Ini hambatan dan solusi BI kembangkan sektor UMKM pengrajin bakul di Banten. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) menilai usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Sebab, sektor ini berkontribusi sebesar 60,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) serta 97,2 persen penyerapan tenaga kerja.

Kepala Departemen Regional BI Dian Ediana Rae mengatakan ada beberapa hambatan yang dihadapi UMKM Indonesia. Mengingat mayoritas UMKM di Indonesia merupakan usaha mikro dan informal, maka pendampingan untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM menjadi prioritas.

Adapun beberapa masalah utama yang dihadapi UMKM Indonesia adalah kemampuan teknologi, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), akses pemasaran, permodalan dan jejaring.

"Permasalahan tersebut menyebabkan UMKM Indonesia kurang bersaing dengan negara tetangga, seperti terlihat dari kontribusi yang rendah terhadap ekspor," ungkapnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (15/9).

Menurutnya, pengembangan UMKM merupakan salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan nasional. "Daya saing UMKM perlu terus ditingkatkan, salah satunya kami telah bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)," ujar Dian.

Ke depan, bank sentral akan meningkatkan daya saing UMKM, diperlukan kerja sama berbagai pihak melalui kewenangan dan perannya masing-masing.

Semisal, dengan membangun inkubator khusus untuk pendamping UMKM di pedesaan sehingga membantu juga memperbaiki SDM. Ini dilakukan untuk meningkatkan standarisasi mutu produk sehingga dapat diekspor.

"Sehingga dapat memperluas akses pasar bagi UMKM. Serta peningkatan akses permodalan dengan menyediakan skema pembiayaan khusus UMKM yang terintegrasi dengan aktivitas peningkatan kapasitas (capacity building), serta pemberdayaan kelompok (social capital)," jelasnya.

Di sisi lain, untuk mempermudah kegiatan usaha, dengan mempermudah perizinan dan memberikan insentif pajak. Sementara perbaikan infrastruktur antara lain dapat dilakukan dengan membangun database UMKM untuk mengatasi kesenjangan informasi.

"Dengan kerja sama semua pihak, UMKM diharapkan semakin memiliki daya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas," tutup dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP