Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini dua langkah pemerintah redam anjloknya Rupiah terhadap USD

Ini dua langkah pemerintah redam anjloknya Rupiah terhadap USD idr rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah masih saja melemah hingga sempat menyentuh angka Rp 13.800 per USD. Pelemahan dipicu karena kebijakan pemerintah China yang sengaja melemahkan nilai tukar mata uang Yuan terhadap dolar Amerika (USD).

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengakui pelemahan nilai tukar Yuan turut melemahkan nilai tukar Rupiah terhadap USD. Untuk itu pemerintah bakal mengimplementasikan dua kebijakan guna menepis anjloknya Rupiah terhadap USD.

"Pertama, kami akan mengeluarkan kebijakan meningkatkan investasi pemerintah dan swasta serta mendorong daya beli masyarakat sehingga konsumsi domestik tetap dijaga," ucap Bambang usai rapat koordinasi FKSSK di kantornya, Jakarta, Kamis (13/8).

Kebijakan kedua, Kementerian Keuangan telah menerbitkan kebijakan pengamanan penerimaan pajak dan utang. Reinvesting policy, faktur elektronik, SBN untuk pendalaman pasar dan basis investor. Pemerintah juga bakal mengeluarkan insentif untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi domestik.

"Kebijakan makroprudensialnya, kami juga telah menyerahkan aturan dampak gejolak sistem keuangan untuk RUU JPSK kepada DPR," kata dia.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah dan DPR untuk segera melakukan pembahasan RUU Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK). Dengan begitu, dia yakin pada semester II 2015 nilai tukar Rupiah terhadap USD bakal menguat. "Kami optimis nilai tukar Rupiah di semester II mengalami penguatan," tutupnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP