Ini cara Menteri Susi agar nelayan mudah akses kredit ke bank
Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program Satu Data bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mendukung sinergi lintas sektor di kelautan dan perikanan. Melalui program Satu Data ini, perbankan diharapkan lebih mudah untuk mengucurkan pembiayaan.
Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Susi Pudjiastuti berharap, program ini bisa mendukung upaya perbaikan data nelayan sehingga menjadi bankable.
"Semua dari produksi, NTP nelayan, jumlah tangkap, PDB. Seluruh ekonomi perikanan dari mulai penangkapan, budidaya, pengolahan, ekspor, pasar yg akan buat satu summary jadi PDB, NTP nelayan, inflasi dan deflasi. Itu data komprehensif jadi memungkinkan untuk sektor bank," kata Susi kepada wartawan di kantornya Jakarta, Senin (30/5).
Susi menjelaskan, pada prinsipnya BRI bakal membiayai semua kegiatan usaha nelayan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR. Dengan kualifikasi pada koperasi nelayan serta dukungan KKP pada program Satu Data.
"Prinsip BRI akan biayai semua kegiatan usaha, baik dalam KUR dan non-KUR. Ikan sekarang banyak, nelayan dibantu kapal, nah tentunya pembiayaan akan melihat sebagai suatu prospek. Makanya mereka akan membiayai dalam bentuk koperasi atau kelompok usaha nelayan. Setelah itu dengan dukungan KKP, mereka akan difasilitasi supaya bankable dan mengembalikan modalnya dari kredit itu tadi," katanya.
Susi menambahkan, untuk mendorong pemasaran dan ekspor hasil tangkapan nelayan, KKP ikut menugaskan Perikanan Nusantara (Perinus) dan Perikanan Indonesia (Perindo).
"Pembiayaan ke hilir. BRI kan turunkan KUR untuk perikanan hilir dan mereka mendampingi Perindo, Perinus memastikan itu dan para nelayan," tuturnya.
Selain itu, program tersebut mencakup semua sektor pada kelautan dan perikanan. Mulai dari data jumlah tangkap hingga pengolahan ekspor.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya