Ini cara Kemenko Maritim jadikan Indonesia poros maritim dunia
Merdeka.com - Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Agung Kuswandono mengatakan, selama ini bangsa Indonesia mengabaikan potensi Indonesia sebagai negara maritim. Untuk itu, sudah saatnya pemerintah kembali membangkitkan semangat kelautan dan perikanan untuk mewujudkan visi misi Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Banyak upaya dilakukan, seperti percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional seperti percepatan pemenuhan pasokan daya listrik, khususnya bagi para nelayan. Hal ini sangat penting untuk kemajuan ekonomi daerah karena sumber daya alam, terkait dengan potensi produksi kelautan di wilayah Indonesia, sangat luar biasa.
"Saat ini nelayan kita hanya berhenti sampai pemanfaatan sumber daya alam untuk ditangkap lalu dijual. Jadi nilai tambahnya belum ada. Kita belum bisa untuk menyimpan ikan lebih awet atau memproses atau mengolah karena nelayan kita belum punya cold storage," kata Agung dalam keterangan resminya, Jumat (22/7).
Menurutnya, dengan adanya penyediaan pasokan listrik ini, pemerintah bisa membangun cold storage untuk menyimpan ikan yang telah ditangkap, guna mendukung proses pengolahan ikan di Indonesia.
Khusus untuk Regional Sulawesi, 5 unit Integrated Cold Storage (Skala Besar dan Skala Kecil) akan dibangun, yaitu di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara, dan Kabupaten Buton Selatan di Sulawesi Tenggara.
Juga 6 unit Single Cold Storage, yang akan dibangun di Kota Makassar dan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kemudian di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah serta Kabupaten Gorontalo, Gorontalo dan Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.
"Pemerintah ingin memajukan sumber daya perikanan dan kelautan. Bukan hanya cold storage, rencana ke depan Pemerintah akan membangun pabrik pengolahan rumput laut, udang, dan hasil laut lainnya," jelas Agung.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya