Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini alasan pendanaan infrastruktur lewat pasar modal lebih baik dibanding perbankan

Ini alasan pendanaan infrastruktur lewat pasar modal lebih baik dibanding perbankan Pembangunan jalan di Purwakarta. ©2015 merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo telah meminta semua pihak untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan dan skema pembayaran proyek infrastruktur, salah satunya melalui pasar modal.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo di sela-sela acara Pertemuan Tahunan Industri Keuangan yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ritz Carlton Hotel, Kamis malam (18/1).

"Presiden minta infrastruktur enggak cuma ke APBN maka arahnya kita ke pasar modal supaya jangka panjang bukan bank yang pendek, klaster dan KUR cost of funding enggak cuma satu digit tapi 10-11 persen," kata Mardiasmo.

Mardiasmo menilai pendanaan melalui pasar modal lebih menguntungkan dibanding perbankan. Karena, dana melalui perbankan saat ini hanya dikhususkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran kredit.

"Pemerintah mengarahkan pendanaan infrastruktur ke pasar modal supaya jangka panjang, kalau bank itu cuma jangka pendek. Bank juga sedang diharapkan fokus mendanai kegiatan usaha masyarakat agar bertumbuh hingga 11 persen," ujarnya.

Selanjutnya, Mardiasmo memastikan pemerintah akan gencar melakukan pengawasan yang terintegrasi. Agar imbal hasil dari pasar modal mampu dimanfaatkan secara baik.

Sementara itu, pemerintah juga telah memprakarsai berbagai skema pencairan melalui non tunai. Ini bertujuan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Salah satu contohnya adalah dana desa yang mewajibkan 30 persen untuk pemberian upah tenaga kerja yang diberdayakan untuk pembangunan daerahnya dengan memaksimalkan seluruh sumber daya daerah tersebut."

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP