Ini Alasan Bulog Tak Gabung Holding BUMN Pangan
Merdeka.com - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) menyebut, alasan Bulog tidak tergabung dalam holding BUMN pangan. Di mana, ada rencana Bulog akan diubah menjadi salah satu badan pangan.
“Karena ada rencana program bulog ini akan berubah, saya tidak tahu berubahnya kapan dan apa jadinya, tapi salah satunya menjadi badan pangan, sehingga dipisahkan oleh pak menteri,” kata Budi Waseso dalam konferensi pers Penyampaian Strategi Perum Bulog Tahun 2021, Rabu (3/2).
Menurutnya, jika Bulog termasuk dalam klaster BUMN pangan maka nantinya akan timbul masalah. Namun, dia tidak mempermasalahkan Bulog masuk atau tidak dalam klaster tersebut.
“Kita lihat perkembangannya, bagi saya tidak masalah Bulog masuk klaster pangan atau tidak, itu tidak ada masalah. Yang penting bagi saya Bulog bisa berbuat dengan tugas pokoknya. Sesuai dengan undang-undang, dan keinginan masyarakat itu yang paling penting,” jelasnya.
Bulog Komitmen Pertahankan 3 Pilar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDia menegaskan semua keputusan akhir ada di tangan menteri BUMN. Terpenting Bulog dapat menjalankan 3 pilar dalam menjaga ketahanan pangan. Yakni ketersediaan (availability), keterjangkauan (accessibility) baik secara fisik maupun ekonomi, dan stabilitas (stability) yang harus tersedia dan terjangkau setiap saat dan setiap tempat.
“Jadi kita tidak usah kemana-mana, biarkan itu ada kebijakan pemerintah. Tapi yang paling penting realisasi Bulog ada peran kepada masyarakat. Karena Bulog itu punya peran sebagai 3 pilar tadi,” ujarnya.
Adapun 9 Holding BUMN Pangan yang dibentuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu, antara lain PT RNI, Berdikari, Perikanan Indonesia (Perindo), Perikanan Nusantara (Perinus), Pertani, Sang Hyang Seri, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Garam.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya