Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini 4 faktor penyebab ketimpangan kaya-miskin versi bos Bappenas

Ini 4 faktor penyebab ketimpangan kaya-miskin versi bos Bappenas Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah terus fokus dalam mengurangi tingkat ketimpangan kaya-miskin serta angka kemiskinan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan bisa menurun menjadi 7-8 persen dari angka baseline 11,2 persen di 2015. Demikian angka ketimpangan diharapkan menurun dari 0,408 di 2015 menjadi 0,36 di 2019.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah harus memperhatikan 4 faktor utama yang mendorong ketimpangan pada generasi sekarang dan masa depan. Pertama, ketimpangan peluang sejak awal kehidupan yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Kedua, pekerjaan yang tidak merata. Ketiga, kekayaan yang terkonsentrasi pada sekelompok orang. Dan keempat, ketahanan ekonomi yang rendah.

"Kita harus mengatasi ketimpangan dan kemiskinan dengan lebih agresif. Karena kita bisa mengurangi ketimpangan dan kemiskinan, tapi selama ini kita kurang agresif," kata Bambang di The Westin Hotel Jakarta, Rabu (9/8).

Menurutnya, kepemilikan aset dapat menjadi salah satu faktor penentu dalam mengurangi ketimpangan. Tanpa aset produktif yang memadai, masyarakat ekonomi bawah tidak dapat keluar dari kemiskinan serta tidak dapat meningkatkan pendapatannya.

Selain itu, tanpa aset yang memadai, keluarga rentan tidak dapat berinvestasi yang cukup untuk masa depan anak anak mereka. Hal demikian akan berulang terus menerus dalam suatu siklus, dan menjadi lingkaran setan (vicious circle).

"Pertumbuhan ekonomi sebenarnya dinikmati oleh semua kelompok. Tapi perbaikannya justru yang berbeda. Di mana perbaikan gini pada kelompok menengah ke atas bisa lebih baik, namun yang di bawah tetap stagnan. Ini yang harus diperhatikan," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP