Ini 10 merek iklan yang sering muncul di media massa
Merdeka.com - Direktur Media Nielsen Indonesia Hellen Katherina mencatatkan 10 produk yang mendominasi belanja iklan pada kuartal I-2016. Pertumbuhan iklan sendiri meningkat 33 persen dari tahun lalu sebesar Rp 18,1 triliun menjadi Rp 24,2 triliun.
"Kita masih optimis. Ekonomi kembali membaik semakin besar, belanja iklan semakin tinggi," ujar Hellen di Kantornya, Jakarta, Selasa (17/5).
Pada 10 besar produk iklan dengan anggaran paling besar masih didominasi produk rokok dengan merek Dunhill dengan belanja iklan sebesar Rp 420,4 miliar. Posisi ke dua disusul oleh Indomie dengan belanja iklan sebesar Rp 272,1 miliar.
Lalu pada urutan ketiga dan keempat kembali diisi oleh dua produk rokok yakni Djarum Super Mild sebesar Rp 200,2 milar dan Gudang Garam Signature Rp 176,6 miliar.
Tak ketinggalan produk iklan pemerintah menyumbang belanja iklan sebesar Rp 164,9 miliar. Dari anggaran itu mengalami peningkatan 25,3 persen dibanding kuartal I-2015. Salah satunya, Kementerian Kesehatan yang mengkampanyekan pekan polio nasional.
"Kementerian Kesehatan sebelumnya tidak melakukan belanja iklan," kata dia.
Posisi selanjutnya diikuti produk merek SGM Eksplore 1 Plus dengan belanja iklan Rp 159,2 miliar, ke delapan rokok Dji Sam soe Rp 152,2 miliar, ke sembilan Telkomsel Rp 151 miliar. Terakhir, pemain baru pada produk jasa e-commerce merek Tokopedia Rp 147,8 miliar.
"Kalau estimasi saya nature produk e-commerce beda sama shampo. Kalau shampo harus terus punya awareness tidak mungkin tidak pasang iklan TV. Tapi, kalau e-commerce orang sudah pakai belum tentu beriklan. Karena sebagai platform bisa meng-engage langsung karena tahu apa yang dibeli produknya," pungkas dia. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya