Inggris tumbuh menjadi pusat perbankan syariah di Eropa
Merdeka.com - Inggris saat ini tumbuh menjadi pusat perbankan syariah di Eropa. Hal ini seiring kepercayaan masyarakat Inggris pada perbankan syariah terus meningkat.
"Sistem itu berkembang berkat dukungan politik pemerintah Inggris yang melihat pelaksanaan sistem ini sebagai peluang bisnis," kata Penasihat Kebijakan Keuangan Pemerintah Inggris, Omar Shaikh, dalam seminar Islamic Finance Management yang diadakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Glasgow di University of Glasgow, Skotlandia, Inggris, seperti dilansir dari Antara, Minggu (6/4).
Menurut dia, peluang bisnis keuangan syariah di Inggris makin berkembang dan cukup besar. Ini dikarenakan sistem yang dibangun pada perbankan syariah menekankan keterbukaan dalam pengelolaan perbankan dan lebih rasional dalam mengambil keuntungan bisnis.
Sementara itu, Ketua Keluarga Islam Britania Raya (KIBAR) Glasgow, Nor Basid Adiwibawa Prasetya, mengatakan seminar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang penerapan sistem keuangan syariah di dunia bisnis, khususnya perbankan dan dalam manajemen keuangan keluarga.
"Di Asia Tenggara, sistem ini berkembang dan stabil karena tidak menerapkan bunga sehingga tahan terhadap krisis," ujar Luqyan.
Sementara di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui peran perbankan syariah belum ada perkembangan untuk pasar Indonesia. Bahkan, di tahun lalu target pertumbuhan turun 24 persen.
Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Edy Setiadi menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang melambat ikut menyeret pasar keuangan syariah nasional. Belum lagi, hingga saat ini perbankan syariah masih saja menggunakan pola transaksi tradisional.
"Seharusnya zaman sekarang serba gadget, tapi perbankan syariah masih polanya tradisional dengan melakukan face to face dalam transaksinya. Ya sudah pasti tertinggal," ujarnya. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya