Inflasi Maret 0,08 persen
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Maret 2014 sebesar 0,08 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender 1,41 persen dan inflasi year on year 7,32 persen
Kepala BPS Suryamin menyebut inflasi Maret ini tergolong ketimbang periode sama tahun lalu yang mencapai 0,63 persen, disebabkan penaikan harga bawang merah.
Dari 82 kota yang disurvei, 45 kota mengalami inflasi dan 37 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Merauke 1,15 persen karena naiknya harga komoditas, ikan segar, cabe rawit. Inflasi terendah Kediri dan Makassar 0,02 persen.
Deflasi terjadi di Tual 2,43 persen karena penurunan tarif angkutan udara dan harga ikan segar, bawang merah dan telur ayam ras.
"Inflasi 0,08 pada makanan terjadi deflasi. Makanan jadi inflasi 0,43 persen karena kenaikan komoditi rokok naik. Rokok kretek, rokok filter. Tapi gula pasir turun. Perumahan, air, listrik dan gas inflasi 0,16. Sandang inflasi 0,08. Kesehatan 0,41 persen," kata Suryamin di Kantornya, Jakarta, Senin (1/4).
Komponen inti yang diatur pemerintah dan bergejolak inflasi inti 0,21 persen. Harga yang diatur pemerintah 0,31 persen karena penaikan harga rokok. "Harga yang bergejolak malah deflasi 0,13 persen atau inflasi minus 0,13 persen." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya