Inflasi Desember Kota Solo diprediksi lebih tinggi dari November
Merdeka.com - Angka inflasi Desember 2015 di Kota Solo diperkirakan jauh lebih tinggi dibanding November 2015. Penyebabnya, kenaikan harga yang tinggi dialami sejumlah komoditas kebutuhan pokok selama perayaan Natal dan tahun baru.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo Bagus Rahmat Susanto mengatakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Solo telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional. Selain di Pasar Gede, sidak juga dilakukan di Pasar Legi.
"Dalam sidak yang kami temukan gejolak harga di pasar dengan selisih yang cukup signifikan. Ini namanya bukan lagi naik harga tapi ganti harga," ujar Wakil ketua TPID Bandoe Widiarto di Solo, Kamis (31/12).
Bagus mencontohkan, harga telur ayam ras yang sepekan sebelumnya Rp 15.000, saat ini menjadi Rp 24.000 hingga Rp 25.000. Daging ayam yang semula Rp 27.000 hingga Rp 28.000 kini Rp 30.000 hingga Rp 32.000. Sedangkan, harga bawang merah yang semula Rp 17.000 per kg sekarang menjadi Rp 40.000 per kg.
"Harga bawang merah kenapa berbeda, karena ada yang didatangkan dari Boyolali dan Brebes, sehingga rasa dan kualitasnya berbeda," jelas Bandoe.
Dalam sidak itu, tim juga menemukan komoditas yang harganya stabil seperti beras, gula, dan minyak goreng. Sedangkan komoditas yang harganya turun antara lain, cabai merah, cabai merah rawit, dan cabai rawit hijau yang semula Rp 30.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg, petai yang semula Rp 5.000 per lonjor menjadi Rp 1.000 per lonjor. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya