Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Industri Otomotif Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja

Industri Otomotif Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja Industri Perakitan Mobil. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana menyatakan, industri otomotif merupakan salah satu pilar penting sektor manufaktur Indonesia. Hal ini tercermin dari tingginya serapan angka tenaga kerja di dalamnya.

"Di sektor otomotif ini lapangan kerja yang diserap cukup banyak, yaitu sekitar 1,3 juta orang," terangnya dalam webinar bertajuk Sektor Otomotif Nasional: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang, Kamis (10/6).

Selain itu, industri otomotif juga memberikan manfaat nyata bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif. Menyusul adanya keterlibatan produk IKM otomotif dalam rantai pasok industri.

"Sehingga IKM otomotif potensial menjadi basis industri otomotif ASEAN serta peluang ekspor mancanegara," ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memberikan sejumlah intensif demi melindungi kelangsungan bisnis industri otomotif tanah air di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen.

"Dengan pelonggaran PPnBM ini diharapkan mampu memicu kembali sisi permintaan," terangnya.

Data Kemenperin: Dari 1.000 Orang di Indonesia, Hanya 87 yang Punya Mobil

dari 1000 orang di indonesia hanya 87 yang punya mobilRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri otomotif dalam negeri masih bisa tumbuh lebih tinggi ke depannya. Salah satunya karena rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih tergolong rendah.

Dirjen Industri Logam, Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Taufiek Bawazier mencatat, rasio kepemilikan mobil hanya 87 unit per 1.000 orang. Sehingga dia menyakini untuk potensi pasar di dalam negeri masih terbuka lebar.

"Kita sebenarnya punya pasar yang sangat besar, dari sisi rasio kepemilikan mobil kita di angka 87 mobil per 1.000 orang. Ini yang mungkin sebetulnya prospek industri otomotif kita masih besar lagi," ujar dia dalam Webinar #3 Road to IDF 2021 "Prospek Pemulihan Ekonomi Sektor Industri Otomotif Nasional", Rabu (14/10).

Rasio tersebut mencerminkan ruang pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku industri. Dilihat dari sisi harga jual mobil di Indonesia, berada di kisaran Rp200-300 juta. Disesuaikan dengan pendapatan per kapita Indonesia yang masih di level angka USD4.000.

"Peningkatan rasio tersebut beriringan dengan meningkatkan daya beli yakni meningkatkan GDP yang masih USD4.000. Sementara negara Eropa GDP sudah mencapai USD40.000-50.000," tambahnya.

Taufiek menjelaskan, untuk mendukung sektor industri otomotif tumbuh dibutuhkan regulasi yang ramah, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya percepatan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Dia meyakini, kebijakan ini menstimulus pasar sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif yang kian lesu terdampak pandemi Covid-19. Menyusul kian turunnya permintaan akan mobil baru di Indonesia.

"Mudah-mudahan Kemenkeu (Kementerian Keuangan) tidak terlalu lama mengeluarkan itu (PPnBM). Dan kita minta sampai Desember (2020) saja, untuk diungkit sementara. Ini yang menjadi bagian kita untuk upaya recovery," ucapnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP