Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Industri Halal dan Ekonomi Syariah Indonesia Terus Menggeliat, Ini Buktinya

Industri Halal dan Ekonomi Syariah Indonesia Terus Menggeliat, Ini Buktinya Menko Airlangga. ©2020 Tebe/Humas Ekon

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa indikator ekonomi syariah Indonesia terus membaik di 2022. Berdasarkan data The Global Islamic Economy Indicator in the State of Global Islamic Economy (SGIE) Report, indikator ekonomi syariah Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirate Arab.

"Peringkat tersebut lebih baik dibandingkan tahun 2018 yang saat itu masih di peringkat 10," kata Airlangga Hartarto, di acara Penganugerahan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2022, dikutip Sabtu (10/12).

"Di laporan yang sama, Indonesia adalah negara konsumen produk halal terbesar di dunia dan mencakup 11,34 persen dari pengeluaran halal global,” lanjut dia.

Oleh karena itu, menurut Menko Airlangga, pengembangan industri berbasis halal menjadi penting dan Indonesia mengekspor sekitar USD 46,7 miliar, antara lain makanan, fesyen, farmasi dan kosmetik. “Dengan impor produk halal sebesar 14,5 miliar USD, sehingga di sektor halal ini Indonesia surplus 32,2 miliar,” jelas Menko.

Di kesempatan sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyampaikan bahwa penghargaan IHYA 2022 diselenggarakan untuk mendorong industri agar masuk ke pasar global dan mengisi kebutuhan produk halal global.

"Potensi ini yang kami kejar khususnya untuk produk halal ekspor. Industri kita tidak boleh ketinggalan karenanya kami lakukan inisiatif untuk dorong industri yang masuk ke pasar global untuk mengisi demand produk halal global," jelasnya.

Dalam IHYA 2022 ini, penerapan riset produksi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang telah tersertifikasi Sistem Jaminan Produk Halal, Dexa Group meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2022 dalam kategori Best Halal Innovation.

Penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian tersebut sebagai apresiasi kepada industri yang telah berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.

Keamanan Produk Farmasi Halal

Pimpinan Dexa Group Ferry Soetikno mengapresiasi penganugerahan IHYA 2022. Dia menegaskan komitmen Dexa Group untuk menjamin keamanan dan kehalalan produk farmasi, serta mendukung pertumbuhan industri halal di Tanah Air.

"Dexa Group merupakan pionir dalam riset dan pengembangan produk Fitofarmaka yang merupakan Obat Modern Asli Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi Sistem Jaminan Halal dan Sertifikasi Halal pada bahan baku aktif (bio-active fraction) maupun produk jadi. Kami juga mendukung potensi pasar halal dunia dan di Indonesia yang sangat besar peluangnya," ungkap Ferry.

Dexa Group memiliki ribuan produk yang telah tersertifikasi halal. Produk Dexa Group yang sudah tersertifikasi halal mencapai 97 persen atau lebih dari 1.300 produk. Produk-produk Dexa Group tersebar di lebih dari 13.000 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Ferry menyontohkan, Obat Generik Berlogo (OGB) Dexa yang tersertifikasi halal telah digunakan di banyak rumah sakit di seluruh Indonesia seperti Rumah Sakit Muhammadiyah.

"Rumah Sakit Muhammadiyah menggunakan produk OGB Dexa berlogo halal karena sudah terjamin kehalalannya dan pasien di seluruh Indonesia lebih peace of mind untuk menggunakan OGB Dexa berlogo halal," kata Ferry.

Dexa Group juga telah berhasil mengintegrasikan penerapan Sistem Jaminan Halal dengan sistem mutu lainnya, seperti Good Manufacturing Practice (GMP), Sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 22000:2015, Quality Management System, Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), dan menjadi kepercayaan masyarakat dalam mendapatkan produk obat-obatan dan suplemen yang halal.

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP