Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Industri Bekasi babak belur, pengusaha kabur buruh diganti mesin

Industri Bekasi babak belur, pengusaha kabur buruh diganti mesin buruh wanita di pabrik sharp karawang. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kota Bekasi, Purnomo Narmiadi, mengaku cukup banyak pengusaha yang merelokasi usahanya dari Kota Bekasi ke daerah lain. Hal ini diakibatkan tingginya biaya hubungan industrial di wilayah Timur Jakarta itu.

"Biaya hubungan industrial mempengaruhi pendapatan perusahaan. Saking tingginya, sampai-sampai perusahaan merugi," kata Purnomo saat dikonfirmasi, Kamis (14/4).

Dia menyebutkan, biaya hubungan industrial tersebut seperti perizinan cukup mahal, biaya transportasi akibat kemacetan lalu lintas, serta infrastruktur pendukung yang dianggap sudah tak memadai.

"Termasuk biaya upah di Kota Bekasi yang juga mahal," kata Purnomo.

Purnomo mengatakan, pengusaha merelokasi ke daerah yang dianggap cukup kondusif. Misalnya, di Semarang, Jawa Tengah, di sana biaya upah lebih rendah dibanding dengan Bekasi, di sana infrastruktur juga tersedia, bahkan ada juga pelabuhan seperti Tanjung Priok.

"Ini sudah kami prediksi sejak tiga, empat tahun lalu, bahwa lambat laun pengusaha di Kota Bekasi akan merelokasi perusahaannya," ujar Purnomo.

Adapun, bagi pengusaha yang tetap bertahan, mulai memanfaatkan teknologi mesin untuk menggantikan buruh. Mesin otomatis, kata dia, dianggap lebih efektif dan efisien.

DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat menyebut ada sekitar 20 perusahaan hengkang dari Kota Bekasi dikarenakan biaya upah cukup mahal. Karena itu, lembaga legislatif tersebut meminta pemerintah pusat mengatur metode pengupahan di Indonesia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP