Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Industri asuransi lirik peluang investasi infrastruktur pemerintah

Industri asuransi lirik peluang investasi infrastruktur pemerintah Jalan layang Non Tol Casablanca-Tanah Abang. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Para pelaku industri asuransi melirik peluang penjaminan proyek infrastruktur yang digagas pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Alasannya, ada potensi dana premi yang cukup besar untuk diinvestasikan pada rencana pembangunan infrastruktur tersebut.

Direktur Umum PT Asuransi Asei Indonesia Eko Wari Santoso mengatakan total nilai kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN) 2015-2019 mencapai Rp 5.000 triliun. Apabila dihitung dengan minimal satu premi saja, kata dia, ada potensi pembiayaan yang bisa didapat dari industri asuransi senilai Rp 5 triliun untuk sektor infrastruktur.

"Ini tentu menjadi kesempatan bagi bisnis perusahaan asuransi. Kalau bisa dapat Rp 100 miliar saja dari Rp 5 triliun, itu pencapaian bagus," ujar Eko yang ditemui di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (12/8).

Eko menegaskan total premi secara keseluruhan di Indonesia dalam setahun rata-rata mencapai Rp 40 triliun. "Kami melihat ada prospek premi yang besar dari proyek infrastruktur," kata dia.

Sepanjang Semester I, Asei telah membukukan premi yang mencapai 50 persen dari target tahun ini sebesar Rp 960 miliar. Eko optimis capaian premi akan meningkat pada semester kedua mendatang.

"Kami lihat peluang di sektor infrastruktur terbuka lebar. Jadi kami tetap optimis," pungkas dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP