Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Indonesia siap ambil alih saham Freeport dari perusahaan Australia

Indonesia siap ambil alih saham Freeport dari perusahaan Australia Ignasius Jonan. Fikri Faqih©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - ‎Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan bahwa pemerintah akan mengakuisisi hak partisipasi perusahaan tambang asal Australia, Rio Tinto. Perusahaan tersebut selama ini menjadi mitra Freeport McMoran dalam pengelolaan tambang Grasberg Papua.

Jonan menjelaskan, ini dilakukan sebagai salah satu langkah divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen, artinya, hak partisipasi perusahaan lain yang telah bekerja sama dengan Freeport juga harus menjadi milik nasional. Dalam hal ini adalah hak partisipasi Rio Tinto sebesar 40 persen.

"Untuk mencapai 51 persen, 40 persen participating interest Rio Tinto itu akan diakuisisi oleh BUMN yang ditugaskan oleh pemerintah Indonesia, bersama-sama dengan BUMD dan suku-suku besar yang terkait dengan operasi Freeport Indonesia," kata Jonan, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/12).

Selain merebut hak partisipasi Rio Tinto, pemerintah juga akan mengakuisisi 9 persen saham PT Freeport Indonesia yang telag dibeli oleh Freeport McMoran dari PT Indocopper .

"Selanjutnya, kepemilikan saham FCX (Freeport McMoran) di PT Indocopper Investama sebesar 9 persen juga akan dibeli oleh pemerintah Indonesia sehingga totalnya kurang lebih akan mencapai 51 persen," ujarnya.

‎Terkait dengan proses perundingan pelepasan saham (divestasi) Freeport Indonesia sebesar 41,64 persen lagi, untuk menggenapi menjadi 51 persen, Menurut Jonan saat ini perundingan tersebut masih berjalan.

"Sampai saat ini, negosiasi sudah dilakukan, dan mulai dibahas legal drafting soal akuisisi saham," jelasnya.

Sebagai informasi, kerjasama Freeport McMoran dengan Rio Tinto ‎dimulai 1995 untuk mengelola tambang Grasberg di Papua, Rio Tinto memiliki hak 40 persen atas hasil produksi yang telah mencapai level tertentu. Namun setelah 2021, Rio Tinto mendapat bagian 40 persen atas produksi tambang Grasberg.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP