Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Indonesia Positif Corona, Masyarakat Kota Malang Borong Masker

Indonesia Positif Corona, Masyarakat Kota Malang Borong Masker Wali Kota Malang Sutiaji. ©2020 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Masyarakat Kota Malang melakukan aksi borong masker pasca diumumkannya dua pasien positif virus Corona di Jakarta. Akibatnya, sejumlah apotek mengalami kelangkaan yang diduga akibat aksi borong masyarakat tersebut.

"Dari 26 apotek dan 3 distributor hanya 2 yang masih tersedia," kata Wali Kota Malang, Sutiaji di RSSA Malang, Rabu (4/2).

Walikota melakukan pengecekan ke distributor guna meninjau ketersediaan masker dan hand sanitizer. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penimbunan di tingkat distributor atau penjual.

"Karena hal itu akan menyusahkan masyarakat," tegasnya.

Sutiaji meninjau distributor alat kesehatan, Medilab Jl Birgjen Slamet Riyadi Kelurahan Oro-Oro Dowo, Rabu (4/3). Masker dan hand sanitizer banyak dibeli dan habis sejak diumumkan virus Corona mulai masuk Indonesia oleh Presiden Joko Widodo dua hari lalu.

Kata Sutiaji, masker dan hand sanitizer habis disebabkan karena perilaku masyarakat yang cenderung berlebihan dalam menggunakan masker. Ini akibat kepanikan masyarakat dalam menyikapi kasus penyebaran virus Corona.

"Harusnya masker digunakan oleh pasien, paramedis yang menangani pasien serta keluarga yang kontak langsung dengan pasien. Jadi kita yang sedang sehat sebetulnya tidak perlu menggunakan masker," katanya.

Belum Ditemukan Penimbunan

penimbunan rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sampai saat ini belum ditemukan indikasi permainan atau penimbunan masker oleh distributor. Namun pihaknya terus dilakukan antisipasi, berkoordinasi dengan pengelola apotek di Kota Malang. Pemkot akan memanggil para distributor dan apotek di Balaikota, Kamis (5/3) berkaitan dengan stok masker dan obat-obatan.

Pengelola distributor Medilab, Agus mengatakan, kekosongan masker dan hand sanitizer sejak dua hari lalu. Fenomena pembelian kebutuhan diduga akibat panic buying.

"Kemarin itu yang benar-benar kosong. Itu karena panic buying, sejak dua hari lalu itu masyarakat banyak yang beli. Apotek juga dari kita ngambilnya, ini kita sudah nggak bisa melayani lagi," ungkapnya.

Indah Wahyuning, apotek Bengawan Solo Malang menyampaikan, penjualan masker sangat cepat dan laris. Penjualan terasa mulai naik sejak awal isu Corona awal Januari, sehingga stok sampai kosong.

"Ada satu orang bisa beli tiga sampai 5 box," katanya.

Kalau dari sisi harga dan stok dari distributor normal, tetapi memang pembelinya yang banyak atau tidak seperti biasa. Harga Rp70.000 untuk satu box dan per biji dijual Rp8.000.

"Mulai kemarin banyak yang nyari. Lonjakan masker tinggi sejak masuk awal-awal itu langsung ramai. Berapa box itu habis terus," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP