Indonesia mitra dagang yang menguntungkan bagi China
Merdeka.com - Pemerintah Republik Rakyat China (RRC) mengakui Indonesia sebagai mitra dagang yang sangat menguntungkan. Namun, dari segi investasi, pengusaha-pengusaha asal Negeri Tirai Bambu itu belum akan mencoba jenis bisnis baru tahun ini.
Konselor Bidang Ekonomi Kedutaan Besar RRC untuk Indonesia Zhou Hui menyatakan pengusaha negaranya tahun ini masih akan berkutat di bidang-bidang unggulan, khususnya tambang batu bara dan pembangunan pembangkit.
"Masih di pertambangan, infrastruktur, kemudian ada di pertanian ada juga. Kita juga membangun kawasan industri," ujarnya selepas pembukaan pameran China Technical Equipment & Commodities Exhibition di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/5).
Zhou mengaku sebetulnya banyak investor China yang tertarik menanamkan modal ke sektor properti di Tanah Air. Namun, karena kendala undang-undang, keinginan itu belum bisa terlaksana. Selain itu, secara tradisional, dia menerangkan bahwa pengusaha China akan mengikuti tren bisnis yang sedang marak di pasaran.
"Kalau ke depan mau investasi apa ya ini belum bisa diprediksikan, tentu masih sektor-sektor yang berkembang pesat di Indonesia, kecuali properti karena belum bisa dimasuki orang asing ya," ungkap Zhou.
Pada 2012, nilai perdagangan Indonesia-China menembus USD 600 juta. Zhou percaya nilainya tahun ini bisa meningkat karena ada kerja sama bilateral pengembangan kawasan industri antara Kementerian Perindustrian dengan pihaknya.
"Tahun ini kita ada kerja sama RRC dan Indonesia membangun kawasan industri di Tirta Mas, Bekasi," paparnya.
Sebagai langkah, meningkatkan hubungan dagang kedua negara, Zhou mengundang pengusaha Shanghai kembali menggelar pameran produk manufaktur di Kemayoran untuk ke-12 kalinya. Pameran yang memamerkan produk mesin, alat pabrik, sampai kebutuhan rumah tangga ini diikuti 70 perusahaan asal Negeri Panda itu dan digelar selama 30 Mei hingga 1 Juni. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya