Indonesia jadi penampung barang rongsokan China
Merdeka.com - Ketua Gabungan Asosiasi Pabrik Seng Indonesia (Gapsi) Rudi Syamsudin menyayangkan sikap pemerintah yang tidak menindak tegas masuknya seng ilegal dari China. Seng tersebut dijual lebih murah dari seng industri lokal. Kualitasnya pun disebut-sebut sangat buruk.
Rudi mengatakan, jika pemerintah masih membiarkan ini terjadi, maka Indonesia hanya akan menjadi negara penampung barang rongsokan dari China. Ditambah lagi, konsumen Indonesia yang membeli barang hanya dengan melihat harga tanpa mempertimbangkan kualitas.
"Impor itu tidak bisa menyamakan kualitas kita. Masyarakat kita yang penting harga murah mau bodong enggak bodong sama saja. Masa kita jadi penampung rongsokan China," kata Rudi di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (26/11).
Bukan hanya itu, masuknya seng ilegal ini juga menggerus pendapatan industri seng Indonesia. Tingginya harga seng dengan kualitas yang baik tidak bisa bersaing dengan seng ilegal murahan. Dia meminta pemerintah untuk memperhatikan dan menindak masuknya seng ilegal.
"50 persen turun (pendapatan) diganggu terus. Kita desak supaya pemerintah memperhatikan industri. Industri ini menjaga kualitas mereka. Industri mahal dari impor karena dituntut kualitas dan ada cost yang muncul. Bukan berarti untungnya banyak. Industri harus komplain dengan aturan yang ada," tegasnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya