Indonesia dikuasai praktik monopoli dan kartel perdagangan
Merdeka.com - Gejolak harga di dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari adanya praktik monopoli perdagangan. Tidak heran jika kondisi perekonomian nasional tak sehat.
"Kita membereskan karena struktur pasar di Indonesia tidak sehat, masih banyak monopoli, masih banyak kartel. Terus upayakan ditargetkan untuk dihilangkan," kata Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta, Senin (30/3).
Untuk mengikis ruang gerak praktik monopoli, Sofyan berencana memperkuat peran Perum Bulog dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
"Itu undang-undang sedang direvisi undang-undang KPPU, akan ditingkatkan kewenangannya supaya lebih efektif," ujarnya.
Sedangkan untuk Bulog, peran perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga harus ditingkatkan untuk menjaga harga pasar tetap stabil. Mantan Menteri BUMN era SBY ini menegaskan, Bulog bia lebih berperan luas hingga ikut menentukan harga komoditas.
"Tapi ini butuh waktu juga. Beras selama ini cuma distok saja, ke depan Bulog akan kita jadikan proaktif. Kalau harga turun dia beli di pasar, kalau harga naik dia turun ke pasar supaya menjaga kestabilan harga," ungkapnya.
Stabilitas harga kerap terganggu harga BBM. Komoditas BBM berpengaruh besar terhadap harga komoditas lain, hingga akhirnya ikut mendorong inflasi.
"Kita kan belum memajaki BBM itu, karena di situ lah kewajaran di samping pajak yang kita bayar hari ini rakyat atau masyarakat membayar untuk biaya jalan," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya