Indonesia butuh utang, Luhut sebut Jokowi tak lawan IMF & Bank Dunia
Merdeka.com - Dalam sambutannya di gelaran peringatan 60 tahun KAA, Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut pemikiran bahwa permasalahan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh lembaga-lembaga asing seperti Bank Dunia, International Monetary Fund (IMF) dan Asian Development Bank (ADB) sudah usang dan harus dilupakan.
Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan mendukung pernyataan presiden. Dia berkaca pada bantuan utang dari IMF ke Indonesia saat terjadi krisis moneter medio 1997-1998.
"Karena kalau kita lihat waktu dulu kita krisis itu bantuan diberikan malah terus terang merugikan Indonesia. Tapi kita tidak punya pilihan waktu itu," ujar Luhut dalam acara Tropical Landscapes Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (27/4).
Luhut menjelaskan maksud dari pidato Jokowi di KAA yang menyindir keberadaan IMF dan Bank Dunia. "Yang dimaksud Presiden kan seperti IMF itu tidak bisa dong formatnya mendikte kita. Kalau mau bantu kita silakan saja. Tapi sekarang tidak ada bantuan dari IMF," tuturnya.
Luhut menuturkan, Indonesia masih membutuhkan utang dari lembaga asing. Alasannya, bunga yang ditawarkan sangat kecil dibandingkan perbankan. Pinjaman dari lembaga asing diklaim bisa menggenjot investasi hijau yang ditargetkan tumbuh 20 persen dalam 5 tahun ke depan.
"Sekarang juga kita tidak lawan Bank Dunia karena bisa saja kita kalau minjam dari World Bank untuk dana-dana infrastruktur karena bunganya murah 0,5 persen. Kita tidak against itu," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya