Indonesia belajar dari India soal daur ulang plastik jadi aspal
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan sangat tertarik dengan proyek daur ulang di India. Di mana, sampah diolah menjadi bahan pembuatan aspal jalan.
"Kami mengundang ada satu ahli dari India yang sudah berhasil mengkonversi plastik jadi campuran aspal," ungkapnya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/6).
"Kemarin datang ke kantor, saya ketemu, dan saya izin mungkin akan coba bikin pilot project mungkin 1-2 km sehingga dengan begitu kita lihat," tambahnya.
Lebih jauh, Mantan Menko Polhukam ini mengatakan, ada cukup banyak keuntungan dari penggunaan sampah plastik daur ulang ini, seperti hemat anggaran dan jalan yang dibangun pun terbukti berkualitas.
"Dan itu menghemat 10 persen dari cost. Ketahanan jalannya luar biasa, India sudah bangun 100.000 km, dan itu selama 12 tahun tidak ada pemeliharaan. Karena kuat," tegasnya.
Karena itu, menurutnya, proyek ini dapat memberikan beberapa keuntungan sekaligus untuk Indonesia. "Kalau itu benar bisa approval, mungkin menurut hemat saya kita masalah sampah terselesaikan, jalan kita bagus, cost pemeliharaan lebih mudah. Kalau bagus, kita akan menghemat sangat banyak triliunan rupiah," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya