Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Indef Ungkap Alasan Banyak Ritel Gulung Tikar

Indef Ungkap Alasan Banyak Ritel Gulung Tikar Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adinegoro. ©2018 Merdeka.com/Siti Nur Azzura

Merdeka.com - PT Hero Supermarket Tbk. (HERO Group) memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021. Penutupan gerai Giant ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Institute for Development of Economics (Indef), Bhima Yudhistira, mengatakan banyak faktor mulai dari pemulihan sektor ritel yang terbilang lambat dan belum merata di seluruh kelompok pengeluaran yang menyebabkan gerai ritel sebagian tutup.

"Kemudian ada juga perubahan strategi bisnis ke sektor yang prospeknya bagus seperti bisnis kosmetik, perawatan tubuh dan juga kesehatan plus alat olahraga," kata Bhima kepada Liputan6.com, Selasa (25/5).

Selain itu, faktor lainnya ada sebagian kecil konsumen yang berpindah ke toko minimarket yang mudah diakses, sampai faktor biaya operasional yang terlalu mahal berkaitan dengan lokasi usaha. "Saya rasa perubahan strategi ritel memang harus dilakukan dan saat ini momentum yang tepat," imbuhnya.

Tentunya perubahan strategi itu juga harus dibarengi dengan riset pasar yang lebih mendalam terkait segmen bisnis apa yang berkembang selama masa pemulihan ekonomi. Disatu sisi penyesuaian tadi tentunya membawa dampak pada eks pekerja ritel yang tutup.

"Di sini pemerintah perlu hadir menjamin hak hak pekerja di prioritaskan seperti pembayaran pesangon misalnya," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP