Indef sebut ada 4 aspek terpenting dalam pengembangan Blok Masela
Merdeka.com - Peneliti Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef), Imaduddin Abdullah mengimbau agar pemerintah Jokowi-JK segera menyelesaikan polemik pengembangan Blok Masela di Maluku. Sebab, proyek ini digadang-gadang akan menjadi proyek gas terbesar di dunia yang menyangkut pasokan energi nasional.
Menurut dia, ada empat aspek yang seharusnya jadi perhatian utama dari pemerintah terhadap proyek ini, dibandingkan hanya memperdebatkan pembangunan proyek melalui skema darat (onshore) atau skema laut (offshore). Pertama yaitu nilai investasi, dampak ekonomi, dampak sosial, dan kondisi geografis.
"Perdebatan antara onshore dan offshore ini tentunya akan kembali lagi pada empat aspek tersebut. Jadi percuma kita perdebatkan kedua hal itu kalau empat aspek terpentingnya justru tidak diperhatikan," kata Imaduddin di kantor Indef, Jakarta, Senin (29/2).
Pemerintah seharusnya mempertimbangkan jalur Blok Masela mana yang paling menguntungkan investasi bagi Indonesia, baik itu onshore atau offshore. Selain itu, jika dilihat dari dampak ekonomi, harus dilihat apakah kecenderungan offshore dan onshore yang dapat mendongkrak pendapatan pemerintah, lapangan kerja, dan pendapatan rumah tangga.
"Pemerintah juga perlu mempertimbangkan dampak sosial yang terjadi. Sebab, dalam proyek ini rentan terhadap konflik sosial saat pembebasan lahan. Salah satunya sering terjadi gempa bumi karena ada lempengan tektonik," imbuhnya.
Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan kontribusi Blok Masela terhadap pengembangan diversifikasi energi. Mengingat di tahun 2015 pasokan gas terhadap energi nasional mencapai 22 persen, dan akan meningkat hingga 24 persen di tahun 2045.
"Artinya perlu ada pasokan energi yang besar untuk kebutuhan dalam negeri," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya