Indef sebut 43 persen driver ojek online berasal dari pengangguran
Merdeka.com - Hadirnya transportasi berbasis aplikasi online mampu menyerap tenaga kerja yang signifikan. Hal ini dapat mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati menyebut data yang dirilis oleh AlphaBeta pada 2017, sekitar 43 persen dari total 5.000 mitra transportasi online yang bergabung merupakan pengangguran.
Saat ini, kata dia, ekonomi teknologi digital sangat dibutuhkan. Hal tersebut akan mendorong adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.
"Jadi menurut sisi ekonomi dengan adanya inovasi pasti ini akan meningkatkan yang langsung ada perluasan tenaga kerja dan membuat efisiensi perekonomian. Nantinya efisiensi itu bisa meningkatkan produktivitas nasional," kata Enny dalam diskusi di Bakoel Koffie, Jakarta, Kamis (3/8).
Lebih lanjut, Enny memaparkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebutkan jika sektor transportasi menjadi yang paling besar menyerap tenaga kerja. "Sektor yang melakukan kesempatan perluasan kerja itu hanya transportasi. Yang lainnya menurun, kalau enggak menurun melambat," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya