Indef: Industri petrokimia masih akan sumbang pertumbuhan ekonomi
Merdeka.com - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Imaduddin Abdulah menilai, industri petrokimia dalam negeri masih akan memberi dorongan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Konsumsi masyarakat akan plastik yang dihasilkan industri ini masih sangat dibutuhkan.
"Pertumbuhan sektor industri petrokimia khususnya plastik dipengaruhi tingkat konsumsi masyarakat yang tetap menguat dan tidak terpengaruh melemahnya ekonomi global maupun domestik," katanya dalam acara media gathering yang diselenggarakan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Anyer, kabupaten Serang Banten, akhir pekan ini.
Konsumsi produk makanan dan minuman tidak pernah surut membuat industri kemasan atau plastik tetap menguat, begitu juga dengan stabilnya industri otomotif yang memang banyak menggunakan komponen plastik. Prospek industri petrokimia sampai 2020 menurutnya masih akan membaik karena konsumsi plastik Indonesia masih tergolong rendah, serta sebagian besar kebutuhan produk petrokimia khususnya plastik masih diimpor
"Konsumsi masyarakat diperkirakan akan terus menguat dengan kebijakan amnesti pajak yang terus digulirkan pemerintah. Hal ini akan mendorong semakin bertambahnya dana-dana masyarakat di dalam negeri,"
Di lain hal, Imaduddin meminta agar pemerintah tidak terburu-buru memberlakukan wacana cukai plastik yang justru akan memberikan dampak negatif terhadap industri petrokimia. "Konsumsi plastik masih rendah serta industri petrokimia sedang tumbuh kalau dikenakan cukai bisa memberikan dampak sebaliknya terhadap upaya mendorong pertumbuhan ekonomi."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya