Impor pangan kunci pemerintah tekan inflasi 2013
Merdeka.com - Pemerintah mengklaim impor pangan menjadi kunci untuk menekan inflasi tahun lalu di bawah 9 persen. Impor tersebut mampu meredam lonjakan harga pangan akibat keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi.
"Bank Indonesia saya ingat sempat membuat prediksi inflasi bisa 9,8 persen-10 persen di akhir tahun, tapi berbagai kebijakan pangan fluktuatif kita bikin inflasi bisa dikendalikan," kata Menteri Keuangan Chatib Basri di Jakarta, Kamis (30/1).
Chatib merasa bangga dengan realisasi inflasi tahun lalu. Maklum, sejarah mencatat penaikan harga BBM subsidi selalu memicu inflasi hingga melampaui 10 persen.
Sebagai ilustrasi, ketika pemerintah menaikkan harga BBM subsidi 10 persen pada 2005, inflasi kala itu menyentuh 12,5 persen. Hal serupa terjadi dua tahun kemudian, ketika harga BBM subsidi naik 30 persen, inflasi mencapai 11,3 persen.
"Ini pertama kali kita naikkan BBM tapi inflasi tidak tembus 10 persen," kata Chatib.
Kendati demikian, diakuinya, pelonggaran keran impor pangan bukan satu-satunya penyebab inflasi tahun lalu terkendali. Soalnya, ada penyebab lain berupa penaikan suku bunga acuan hingga 7,5 persen yang dilakukan Bank Indonesia.
Hanya saja, pengetatan moneter tersebut berefek pada ekonomi Indonesia yang tumbuh melambat. Atas dasar itu, Chatib meminta masyarakat untuk membiasakan diri untuk mengerem konsumsi.
Pemerintah sendiri mematok defisit APBN 2014 hanya 1,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Periode ini memang stabilisasi, baru kemudian kita bicara ekspansi permintaan," kata Chatib.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya