Impor mengalir deras padahal produksi cabai dan bawang naik
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi cabai besar segar dengan tangkai tahun 2013 sebesar 1,013 juta ton. Angka produksi cabai ini naik 58.520 ton atau sekitar 6,13 persen jika dibandingkan produksi 2012.
Kepala BPS Suryamin mengatakan, meningkatnya angka produksi cabai tidak lepas dari naiknya produktivitas laham sebesar 0,23 ton per hektar atau 2,90 persen. Luas panen juga meningkat 384.000 hektar atau 3,19 persen dibandingkan di 2012.
"Produksi cabai rawit segar dengan tangkai tahun 2013 sebesar 714.000 ton. Dibandingkan 2012, terjadi kenaikan produksi sebesar 11.250 ton atau 1,60 persen," ucap Suryamin saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/8).
Kenaikan produksi cabai rawit segar terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 303.000 hektar atau 2,48 persen.
Untuk produksi bawang merah, pada 2013 mencapai 1,011 juta ton. Jika dibandingkan tahun 2012, produksi meningkat sebesar 46.550 ton atau 4,83 persen.
Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya produktivitas sebesar 0,53 ton per hektar atau 5,47 persen meskipun luas panen menurun sebesar 582 hektar atau 0,58 persen dibandingkan tahun 2012.
Kinerja tersebut kontraproduktif jika dibandingkan kenyataannya bahwa sepanjang tahun lalu, pemerintah membuka lebar keran impor cabai dan bawang. Melonjaknya harga cabai membuat pemerintah kembali mengandalkan pasokan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Tidak tanggung-tanggung, pemerintah mengimpor 10.000 ton cabai pada semester kedua tahun tahun ini. Alasannya, stok cabai terganggu karena tidak ada panen cabai di Indonesia tahun ini. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya