Impor ikan dinilai dapat tingkatkan pendapatan sektor kelautan RI
Merdeka.com - Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria menegaskan Indonesia masih melakukan impor ikan. Meski hasil laut Indonesia berlimpah kekayaan yang sangat banyak. Namun, tujuan impor memberikan tambahan pendapatan di sektor laut dan perikanan Indonesia.
"Keputusan (impor) ini dapat memberi nilai tambah bagi sektor laut dan perikanan kita. Keadaan itu pun didukung oleh adanya anomali cuaca yang terkadang dampaknya kepada banyaknya hasil tangkap ikan di sejumlah daerah. Misal Aceh tiba-tiba banyak ikan. Kenaikan ikan di Bali juga karena ada el nino. Ini juga kesempatan buat kita," ujar Arif, di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (18/6).
Langkah impor, kata dia, merupakan hal yang cerdas. Sebab, impor yang dilakukan memiliki tujuan akhir untuk kembali diekspor ke berbagai negara.
"Posisi impor kita ini 43 persen untuk ekspor. Kita dapat bahan baku, karena kita impor. Lalu kita ekspor kembali bahan yang bernilai tambah dari impor tadi," kata Arif.
Kendati demikian, Indonesia harus mewaspadai penurunan produksi akibat infrastruktur penunjang yang dimiliki negeri ini masih sedikit. Dampaknya yang sangat besar membuat harga ikan menjadi mahal.
"Jadi, meski ekspor ikan olahan dapat tumbuh, tapi harga ikan mahal. Makanya kita perlu pembangunan infrastruktur, seperti jalan. Sehingga rantai distribusi bisa lebih baik, dan tidak ada lagi persoalan yang kita hadapi," jelas Arif.
Arif menambahkan, minimnya infrastruktur untuk kelautan saat ini sudah dirasakan di daerah Bitung. Pabrik di daerah tersebut banyak tutup karena penurunan produksi.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya