Impor diam-diam, pemerintah dusta Indonesia surplus beras
Merdeka.com - Ketua Serikat Petani Indonesia Henry Saragih ikut angkat bicara terkait kisruh impor beras Vietnam yang dilakukan pemerintah secara diam-diam. Dugaannya, pernyataan pemerintah soal surplus beras tidak benar adanya. Dia justru melihat pernyataan tersebut sebagai bentuk pencitraan sebelum Pemilu.
Sepengetahuannya, setiap jelang Pemilu pemerintah selalu mengatakan Indonesia surplus beras dan tidak lagi melakukan impor. Namun itu tidak terbukti.
"Gejala politisasi ini gejala semenjak mau ke Pemilu. Jelang Pemilu selalu disebut surplus beras. Data 2008-2009 Indonesia surplus beras tapi 2010 kita impor lagi. 2007 padahal kita impor beras banyak. Saya curiga sekarang disebut surplus tidak lagi impor, nanti selesai Pemilu impor lagi," ucap Henry ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (28/1).
Dia juga meragukan pernyataan surplus beras yang tidak sejalan dengan kondisi kekurangan lahan pertanian di Indonesia. Henry menyebut 100.000 hektar lahan pertanian terus berkurang dari waktu ke waktu.
"Kita khawatir karena lahan berkurang 100.000. Kita melihat tidak ada penambahan lahan 100.000 hektar," sambungnya.
Henry mendesak pemerintah membeberkan data pertanian dan hasil produksi. Ini perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar petani Indonesia bisa mencukupi kebutuhan beras masyarakat.
"Itu mereka yang mau audit data sendiri. Sekarang malah kisruh beras di impor Vietnam dan bea cukai bilang legal dan Kemendag bilang ilegal," tutupnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya